Semarang – Unit
Kegiatan Mahasiswa (UKM) LDK Rebana Ilmu Seni al-Qur'an dan Tilawah (RISALAH)
Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Departemen Media dan Publikasi telah
melaksanakan salah satu program kerjanya yakni Webinar Videografi 2026. Acara
ini mengusung tema "Basic Videografhy: Menguasai Teknik Dasar untuk
Menciptakan Visual yang Berkualitas". Webinar ini dilaksanakan secara
online via zoom meeting pada hari Sabtu, 29 Agustus 2026, dilaksanakan sekitar
pukul 08.00 WIB (29/08/2026).
Adapun
tujuan dari pelaksanaan acara webinar tersebut adalah Webinar ini bertujuan
untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam membuat video,
mulai dari teknik pengambilan gambar hingga proses editing. Peserta juga diajak
memahami bahwa video bukan sekadar gambar bergerak, tetapi media untuk menyampaikan
informasi, cerita, dan pesan melalui perpaduan visual dan audio.
Acara
dimulai dengan pembukaan oleh mc, kemudian di lanjut dengan pembacaan ayat suci
Al- Qur'an lalu sambutan-sambutan dari pihak terkait. Masuk pada acara inti.
Webinar dibuka oleh moderator yakni kak M. Nazih Rafida, yang juga merupakan
salah satu anggota IKRAR (Ikatan Keluarga Alumni Risalah). Kemudian pemaparan
materi disampaikan oleh kak Ery Dwi Rahiyanto. Beliau adalah seorang content
creator sekaligus freelance video editor, dengan pengalaman beliau lebih dari 2
tahun mengelola platfrom media sosial sehingga beliau sangat detail menjelaskan
macam-macam fitur dan tips video editing menggunakan aplikasi capcut.
Acara
berlangsung selama 2 jam lebih, peserta diajak untuk memahami apa
itu videografi, cara hasilkan video yang berkualitas, pengenalan capcut, dan
basic editing capcut. Sebagai pembuka beliau menyampaikan “videografi
adalah proses untuk menyampaikan sebuah cerita, informasi, atau pesan melalui
gamnbar bergerak (video), menggunakan media elektronik” ujar beliau.
Dalam
pemaparannya, pemateri menjelaskan berbagai dasar videografi, mulai dari
peralatan, ukuran pengambilan gambar, sudut kamera, hingga pergerakan kamera.
Peserta
diperkenalkan dengan beberapa jenis shot, seperti Extreme Close Up, Close Up,
Medium Close Up, Medium Shot, Full Shot, Long Shot, dan Extreme Long Shot.
Selain itu, dibahas pula berbagai camera angle, seperti bird eye, high angle,
eye level, low angle, dan dutch angle. Pemilihan shot dan angle perlu
disesuaikan dengan tujuan agar mampu membangun suasana serta memperkuat pesan
dalam video.
Salah
satu pembahasan utama dalam webinar adalah pencahayaan atau lighting. Pemateri
menjelaskan teknik Three Point Lighting yang terdiri dari key light, fill
light, dan back light. Peserta juga diajak memanfaatkan sumber cahaya alami,
seperti sinar matahari dari jendela, sebagai alternatif ketika tidak memiliki
peralatan lighting profesional.
Selain
teknik pengambilan gambar, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengaturan
dasar kamera, yaitu ISO, shutter speed, aperture, white balance, dan FPS (Frame
Per Second). Pengaturan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi pencahayaan
dan kebutuhan video. Pemateri menekankan bahwa kamera mahal bukanlah jaminan
utama kualitas video. Teknik, pencahayaan, dan kemampuan mengolah pesan justru
menjadi faktor penting dalam menghasilkan video yang baik.
Belajar Editing Menggunakan CapCut
Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan CapCut sebagai salah satu aplikasi editing yang dapat digunakan oleh pemula. Berbagai fitur diperkenalkan, seperti audio, text, effect, overlay, caption, filter, adjust, stabilize, speed, crop, dan split.
Dalam
proses editing, peserta diperkenalkan dengan tahapan offline editing, yaitu
menyortir footage, menyusun alur, dan membuang bagian yang tidak diperlukan.
Setelah cerita terbentuk, proses dilanjutkan dengan online editing, seperti
menambahkan transisi, warna, teks, B-roll, dan elemen visual lainnya.
Pemateri
juga menekankan tiga hal penting dalam editing, yaitu informasi, kontinuitas,
dan pacing. Informasi harus tersampaikan dengan jelas, elemen visual perlu
konsisten, sedangkan pacing harus disesuaikan agar ritme video nyaman ditonton.
Pentingnya
Storytelling dan Latihan
Tidak
hanya membahas aspek teknis, webinar juga menekankan pentingnya storytelling.
Salah satu struktur sederhana yang dapat digunakan dalam membuat konten adalah
Hook, Isi, dan CTA (Call to Action). Hook berfungsi menarik perhatian, isi
menyampaikan pesan utama, sedangkan CTA mengarahkan audiens untuk melakukan
tindakan tertentu.
Untuk
meningkatkan kemampuan, peserta disarankan memperbanyak latihan, mencari
referensi dari berbagai karya, serta berani bereksperimen. Ketika mengalami
creative block, beristirahat dan mencari inspirasi baru dapat membantu
memunculkan kembali ide kreatif.
Setelah
pemaparan materi selesai, moderator kemudian memandu peserta memasuki sesi
tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan seputar
videografi, editing, storytelling, hingga tips dalam mengembangkan kreativitas.
Sesi tanya jawab berlangsung dengan antusias. Peserta tidak hanya mendapatkan
materi mengenai teknik dasar videografi, tetapi juga memperoleh wawasan praktis
mengenai bagaimana menghadapi kendala ketika melakukan proses pengambilan
gambar maupun editing.
Salah
satu hal yang ditekankan adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara bekerja
dan beristirahat. Dalam proses editing yang membutuhkan konsentrasi tinggi,
pemateri menyarankan untuk bekerja dengan fokus kemudian mengambil jeda sejenak
sebelum kembali melanjutkan pekerjaan.
Acara kemudian ditutup dengan doa dan ucapan hamdalah oleh MC bersama seluruh peserta yang hadir,kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat untuk pemateri dan foto bersama.
Melalui
Webinar Basic Videografi ini, peserta diharapkan mampu menerapkan teknik dasar
yang telah dipelajari dan terus mengembangkan keterampilan dalam menghasilkan
karya visual. Sebab, video yang berkualitas tidak selalu ditentukan oleh
mahalnya peralatan, tetapi oleh pemahaman teknik, kreativitas, latihan, dan
kemampuan menyampaikan pesan kepada audiens.
Penulis : : Amalia Kurnia Sari



Komentar
Posting Komentar