Semarang - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Keagamaan (LDK) Rebana Ilmu Seni Al-Qur'an dan Tilawah (RISALAH) Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang mengadakan Webinar Qur'ani Nasional 2026 dalam rangka Hari Lahir UKM LDK RISALAH yang ke-10 . Kegiatan ini mengusung tema "Solusi Qur’ani Menghadapi Overthinking, Quarter Life Crisis, dan Tekanan Sosial di Era Modern". Adapaun kegiatan ini dilaksanakan secara online by zoom meeting pada Ahad (05/04/2006)
| |
Kegiatan Webinar Qur'ani Nasional ini
merupakan kegiatan rutinan program kerja Departemen Tahfidz UKM LDK Risalah diikuti oleh lebih dari 100 peserta
yang terdiri dari anggota UKM LDK
RISALAH, Mahasiswa UIN Walisongo, dan khalayak umum. Pemateri webinar
kali ini ialah Ning Imaz Fatimatuz Zahra, Selaku Pengasuh Pondok Pesantren
Al-Ihsan Putri Lirboyo. Sedangkan moderator webinar ialah Indhana Faizatul
Nikmah, anggota IKRAR (Ikatan Keluarga Alumni Risalah).
Ketua UKM LDK Risalah, Hamid Abdul Majid,
menyampaikan bahwa kegiatan Webinar ini bertujuan untuk menjadikan Al-Qur'an solusi dari overthinking
yang dialami anak muda di era modern.
"Al Qur'an menjadi hal yang perlu dipahami untuk mengurangi rasa
overthinking sesuai dengan tema pada webinar ini, dengan Webinar Qur'an ini
diharapkan para peserta dapat memahami materi yang disampaikan Ning Imaz"
tutur Hamid
Pada acara ini, beliau menyampaikan bagaimana cara kita Mengubah Overthinking
menjadi Tawakkal yang Produktif
“Overthinking adalah bentuk ketidakpercayaan halus terhadap
pengaturan Allah. Beliau menegaskan bahwa dalam Islam, ikhtiar adalah
kewajiban, namun hasil adalah ranah ketetapan Tuhan. Mengingat Allah (dzikir)
dalam konteks ini adalah memindahkan fokus dari “apa yang akan terjadi” menjadi
“apa yang sedang saya lakukan saat ini dengan sebaik mungkin”. Ungkap Beliau
Webinar ini banyak menarik perhatian partisipan dengan aneka macam pertanyaan yang disampaikan kepada pemateri. Adapun pesan yang disampaikan oleh pemateri di penghujung webinar “Agar kita menjadikan ibadah sebagai tempat beristirahat, bukan menambah beban. Dengan menjadikan Allah sebagai pusat rotasi kehidupan, segala persoalan modern yang tampak besar akan mengecil dengan sendirinya. Pada akhirnya, kebahagiaan sejati bukan terletak pada ketiadaan masalah, melainkan pada kehadiran Allah di tengah-tengah masalah tersebut.”
Dengan terlaksananya acara ini, diharapkan tidak hanya menjadi tambahan wawasan intelektual, tetapi juga menjadi transformasi spiritual bagi seluruh peserta dalam menavigasi tantangan zaman. Dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta pribadi-pribadi yang tangguh secara mental dan mulia secara akhlak di era modern ini.
Penulis : Dimas Zakky Kurniawan
Komentar
Posting Komentar