SEMARANG – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rebana Ilmu Seni Al-Qur'an dan Tilawah (RISALAH) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) dan Upgrading Kepengurusan tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 15 Februari 2026, bertempat di TPQ Chasan Puro, Purwoyoso ini mengusung tema "Harmoni dalam Aksi: Menyatukan Visi untuk Inovasi."
Langkah awal sebuah perjalanan besar dimulai dari satu visi
yang sama. Itulah yang mendasari pertemuan seluruh pengurus dan anggota UKM LDK Risalah UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini bukan sekadar diskusi rutin, melainkan sebuah ruang pijakan
strategis. Kami percaya bahwa untuk menciptakan program yang relevan dengan
kebutuhan mahasiswa, diperlukan kompetensi yang tajam dan solidaritas yang kuat
demi menghadirkan inovasi yang efektif dan nyata.
Sambutan Ketua Umum: Fondasi Strategis Organisasi
Acara dibuka dengan sambutan strategis dari Ketua Umum UKM Risalah, Hamid Abdul Majid. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa Rapat Kerja kali ini adalah fondasi krusial dalam menentukan arah gerak organisasi ke depan. "Tujuan utama kita adalah memastikan seluruh program kerja memiliki dampak nyata bagi mahasiswa dan anggota. Kami menjadikan hasil evaluasi periode sebelumnya sebagai cermin untuk melakukan perbaikan serta menciptakan terobosan inovatif," papar Mas Hamid.
Sesi Upgrading: Kepemimpinan, Organisasi, dan Analisis
Strategis
Esensi Kepemimpinan bersama Mas Nazih
Sesi pertama menghadirkan Mas Nazih yang membedah
esensi kepemimpinan. Beliau menekankan bahwa seorang pemimpin harus mampu
mengenali diri sendiri, memahami situasi, serta memenuhi tanggung jawab
tugasnya dengan baik. Menurutnya, fungsi utama pemimpin adalah membimbing,
memotivasi, dan membangun jaringan komunikasi yang efektif, serta mampu
beradaptasi dengan berbagai gaya kepemimpinan sesuai kebutuhan tim.
Materi kedua disampaikan oleh Mba Yulia Alfiatur
Rokhmaniyah mengenai pentingnya efektivitas organisasi. Ia menegaskan bahwa
fondasi organisasi yang kuat terletak pada kerja sama, komunikasi yang baik,
dan kesepakatan bersama. Tanpa adanya sinergi dan mufakat, organisasi akan
sulit berjalan maksimal. "Hal terpenting adalah bagaimana semua orang
dalam tim saling mendukung dan bekerja bersama menuju visi yang sama,"
ungkapnya.
Analisis SWOT bersama Mas Imam Akmal Sadad
Sesi terakhir ditutup oleh Mas Imam Akmal Sadad yang
membahas analisis SWOT sebagai instrumen untuk mengevaluasi kondisi internal (Strength
& Weakness) dan eksternal (Opportunity & Threats). Beliau
memotivasi pengurus bahwa kesalahan dalam berproses bukanlah kegagalan,
melainkan kesempatan berharga untuk tumbuh lebih bijaksana. Melalui langkah
memahami internal dan mempelajari lingkungan, organisasi diharapkan mampu
mengambil risiko terkecil demi keberlanjutan masa depan.
Perumusan Program Kerja dan Harapan ke Depan
Setelah pembekalan materi, agenda berlanjut ke sesi inti
yaitu perancangan masa depan organisasi melalui diskusi departemen. Setiap
divisi membedah rencana kerja menggunakan empat indikator SWOT guna merancang
strategi yang tepat untuk memaksimalkan potensi UKM Risalah.
Suasana menjadi semakin dinamis saat sesi presentasi program
kerja (proker). Sesi ini berfungsi sebagai ruang uji untuk memastikan setiap
inisiatif selaras dengan tujuan organisasi, dengan tambahan kritik serta saran
konstruktif dari para alumni. Melalui proses feedback ini, kualitas dan
efektivitas proker diharapkan meningkat tajam.
Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, momentum Raker ini
diharapkan menjadi langkah awal yang kokoh bagi UKM Risalah untuk terus
berinovasi, berkreasi, dan memberikan kontribusi nyata dalam mencapai visi misi
yang lebih baik.
Penulis : Ulfaturrohmah



Komentar
Posting Komentar